Friday, 6 March 2015



ELEVATOR RUMAH
Pendahuluan
Harga tanah berbagai kota besar Tanah-Air dan Mancanegara yang membubung terus meneluri perjalanan waktu, tidak terkecuali kawasan penyangganya, memaksa para pendatang yang menjadi  warga baru memilih berdiam dalam rumah atau bangunan berlantai banyak oleh kecilnya lahan yang sanngup dibeli. Banyak dari mereka yang telah memiliki sebidang tanah di luar kota besar sudah mendirikan bangunan modern (town house) lantai: dua, tiga, dan lainnya, dalam  mengatasi terbatasnya lahan yang berhasil dibeli.
Pada Gambar-I diperlihatkan sejumlah bangunan lantai banyak yang telah didirikan warga di berbagai pinggiran berbagai kota besar selama ini. Pada bagian atas, diperlihatkan tampak samping  rumah atau bangunan berlantai banyak yang telah dibangun, dimana tampak jelas berapa jumlah lantainya. Kemudian di bawahnya, disajikan pula tampak atas rumah atau bangunan yang sama, sekaligus memperlihatkan denah rumah atau bangunan lantai banyak yang telah berdiri.    


Gambar-I



Yang menjadi persoalan pokok berdiam dalam rumah atau bangunan berlantai banyak, ialah ketika bepergian dari lantai rendah menuju lantai lebih tinggi, begitu juga sebaliknya, orang terpaksa menaiki atau menuruni tangga dengan sebilangan anak yang akan menguras tidak sedikit tenaga (energy). Selama ini, tangga merupakan satu-satunya sarana untuk bepindah antar lantai dalam rumah atau bangunan tinggi berlantai banyak yang diketahui orang. Tulisan ini bermaksud memperkenalkan sarana lain, yang tidak lagi perlu menguras banyak tenaga para penghuni rumah, mulai: anak-anak, kaum perempuan, orang dewasa, hingg orang tua, tidak terkecuali para kaum kerabat yang cacat, dengan apa yang kemudian dikenal dengan nama dalam bahasa Indonesia: “bilik-naik-turun”, disingkat: “binatu” dijalankan mesin yang bertenaga listrik.
Binatu yang berkerja sebagai sebuah “bilik” atau “ruang angkut” akan memindahkan para peng-huni rumah atau bangunan tinggi yang lantai banyak, dari lantai dasar sampai beberapa lantai lebih tinggi diatasnya, atau sebaliknya menurunkan mereka dari berbagai lantai lebih tinggi kembali ke lantai dasar dengan cepat. Binatu memang dibuat khusus untuk para penghuni rumah atau bangunan tinggi lantai tidak terlalu banyak jumlahnya, berteknologi sederhana: 1. Bolt-Nut dengan Bevel Gear, atau 2. Rack-Pinion dengan Bevel Gear dan Worm Gear, digerakkan motor induksi rem (brake induction motor).
Dalam bahasa Inggris dikenal orang luas istilah:“cabin elevator”, yakni sarana bepergian antar lantai dalam rumah atau bangunan menjulang yang berlantai sangat banyak, akan tetapi “binatu” diwujudkan sebagai sarana bepergian antar lantai rumah atau bangunan yang tidak terlalu tinggi seperti: dua, tiga, dan sedikit lainnya, sehingga untuk memperkenalkan istilah binatu kedepan, perlu terlebih dahulu dimulai dengan memperkenalkan iatilah: Elevator Rumah, disingkat: ER.
Ketika menaiki anak-tangga dari rendah hingga yang lebih tinggi, orang harus mengerahkan te-naga otot kaki untuk mendaki, namun saat menuruni anak-tangga tenaga otot kaki yang dikerah-kan berkurang karena menurun, sehingga tidak sampai melelahkan. Karena ER menggunakan tenaga listrik yang diperoleh dari PLN atau sumber tenaga listrik lain, para penghuni rumah atau bangunan bertingkat yang mempunyai ER tidak lagi perlu mengerahkan tenaga otot kaki masing-masing karena telah diambil alih tenaga listrik. Itulah sebabnya mengapa ER sangat membantu: orang-orang tua, kaum wanita, dan anak-anak, termasuk kerabat penyandang cacat jasmani yang sedang bepergian antar lantai dalam rumah atau bangunan bertingkat.  
Selain dari itu, perlu diketahui juga, tangga bersama anak-anaknya menempati  ruang yang lebih besar dalam sebuah rumah atau bangunan bertingkat, karena perlu diletakkan terbaring dengan sudut kemiringan tertentu, supaya orang dapat bergerak naik ke lantai yang lebih tinggi, atau se-baliknya bergerak turun ke lantai yang lebih rendah. Akan tetapi ER harus diletakkan benar-benar berdiri tegak dalam sebuah rumah atau bangunan bertingkat agar bekerja baik, dan karena itulah ER menempati ruang lebih kecil dalam rumah atau bangunan bertingkat.
Elevator Rumah
Gambar-II memperlihatkan ER yang dibuat dari konstruksi baja melibatkan: kanal-C, atau kanal-H, pipa, plat, dan lain sebaginya, dilengkapi: sistim mekanik, sistim listrik, kendali sistim elek-tronik hingga pantau, sehingga para penghuni rumah atau bangunan bertingkat dapat memerin-tahkannya naik dari lantai dasar menuju lantai lebih tinggi dikehendaki, atau sebaliknya turun dari sejumlah lantai lebih tinggi ke lantai dasar, dengan hanya menekan Tombol Naik (TN) atau Tombol Turun (TT) ditempatkan dekat pintu ER. Gambar-IIa memperlihatkan pintu ER terlihat dari dalam rumah atau bangunan bertingkat dua lantai.   
Dalam pembuatannya, dibedakan dua macam ER, masing-masing: ER Topang Keliling, dising-kat ERTK (Peripherally Braced Home Elevator, PBHE) sebagaimana yang terlihat pada Gambar-IIa, dan ER Topang Tengah, disingkat ERTT (Centrally Braced Home Elevator, CBHE).
ERTK adalah sebuah konstruksi baja wujud sangkar bangun persegi atau bundar, didalam mana sebuah bilik atau kabin dapat bergerak naik atau turun menolong penghuni rumah atau ba-ngunan bertingkat bepindah dari lantai yang satu menuju lainnya digerakkan tenaga listrik, sebagaimana terlihat pada  Gambar-IIb. Adapun ERTT adalah sebuah tiang penyangga tengah terbuat dari dari beton bertulang atau baja, di luar mana sebuah bilik atau kabin terbuat dari konstruksi baja wujud sangkar bangun persegi atau bundar dapat bergerak naik atau turun me-nolong penghuni rumah atau bangunan bertingkat berpindah antar lantai yang dijalankan tenaga listrik sebagaimana terlihat pada  Gambar-IIc.
Berbeda dengan lift dalam gedung atau bangunan tinggi, ERTK dan ERTT tidak memerlukan samasekali kabel baja yang menggantung bilik berikut perlengkapannya, akan tetapi memerlukan  pelataran atau platform untuk lantai dengan empat Alat Angkat (AA) atau Lifting Device (LD) berteknologi sederhana: 1. Bolt-Nuts dengan Bevel Gears, atau 2. Rack-Pinions dengan Bevel Gears dan Worm Gears; digerakkan motor induksi rem, sebagaimana yang terlihat pada Gambar-IIb.
Keempat AA (LD) yang ada pada pelataran akan bersama-sama menaikkan bikik atau kabin ERTK atau ERTT serentak bersama penghuni rumah atau bangunan bertingkat didalamnya kea-tas, atau sebaliknya bersama-sama menurunkan semuanya kebawah serentak, dilakukan sistim mekanik yang terdapat dalam ruang atau kompartmen penggerrak berada dibawah lantai bilik a-tau kabin. Dan bilik atau kabin ERTK atau ERTT tidak dapat turun sendiri atau merosot oleh berat sendiri berikut penghuni rumah atau bangunan bertingkat dalamnya, kecuali dijalankan motor induksi rem. Dengan perkataan lain, bilik atau kabin ERTK atau ERTT berikut penumpang didalamnya tidak dapat bergerak naik atau turun, manakala tidak menerima perintah untuk melakukannya.  
Tenaga listrik didatangkan dari PLN atau sumber tenaga listrik lain lewat kabel daya menuju panel ER, dan pengantar lemas (flexsible wire) menuju bilik ER. Pilihan lain, ialah mengguna-kan tiga rel tembaga tersekat yang dipungut tiga sikat karbon. Manakala PLN gagal menyalurkan tenaga listrik, sebuah sumber tenaga listrik darurat (emergency power supply) perlu disediakan di dalam bilik ER.  
Tenaga listrik diperlukan untuk menggerakkan motor induksi rem yang terdapat dalam ruang atau kompartemen penggerak di bawah lantai bilik atau kabin, sistim kendali elektronik, dan pe-nerangan diperlukan.
Dengan peladangan cahaya matahari yang kian banyak dikembangkan orang kedepan, begitu juga peladangan tenaga angin, kedua sumber tenaga listrik akhir ini dapat digunakan pada  sejumlah daerah terpencil yang belum lagi terjangkau PLN.
Sebuah Pengatur Logika Terprogram (PLT) atau Programmable Logic Controller (PLC)  diper-lukan dalam ER sebagai antarmuka (interface) antara para penghuni rumah atau bangunan ber-tingkat dengan sistim elektromekanik (electromechanical system) yang menjalankan ER sehing-ga yang akhir ini mengerti perintah yang diberikan, tidak terkecuali sejumlah pemutus batas (li-mit switches), saluran kendali (control wirings), dan berbagai tombol (push buttons) yang diper-lukan.
Selain dari itu perlu ditentukan pula standardisasi panjang poros (shaft length) ERTK dan ERTT dalam bangunan tinggi, seperti: satu tingkat, dua tingkat, dan lainnya yang digunakan dalam rumah atau bangunan bertingkat, termasuk Daya Angkut Penumpang (DAP), atau Passenger Carrying Capacity (PCC), dari bilik atau kabin ER, misalnya: 2, 4, 6, 8 orang, dan lainnya.
Antuk menaikkan seorang penghuni rumah atau bangunan bertingkat, dimulai dengan menurun-kan ER (ketika sedang berada diatas) sedemikian rupa sehingga lantainya rata dengan lantai dasar. Dengan menekan Tombol Buka (TB) dari luar, pintu ER akan terbuka dan penghuni dapat masuk. Lalu Tombol Tutup (TT) ditekan dari dalam ER, menyebabkannya bergerak naik. ER  akan berhenti setelah menyentuh tombol batas atas. OB kemudian ditekan dari dalam, dan peng-huni rumah atau bangunan bertingkat keluar ke lantai tujuan. Selesai.
Untuk menurunkan penghuni rumah atau bangunan bertingkat, dimulai dengan menaikkan ER ( ketika sedang berada dibawah) sedemikian rupaa sehingga lantainya rata dengan lantai dimana penghuni berada. Dengan menekan TB dari luar, pintu ER akan terbuka dan penghuni dapat masuk. Kemudian TT ditekan dari dalam ER, menyebabkannya bergerak turun. ER akan berhenti setelah menyentuh tombol batas bawah. OB kemudian ditekan dari dalam, dan penghuni lalu keluar ke lantai dasar. Selesai.
Perlu dicatat, ER dirancang untuk rumah atau bangunan satu tingkat atau berlantai dua “berporos tunggal” (singgle shaft), yang dinamakan dengan ER-1. ER juga dapat dirancang berporos tunggal untuk rumah atau bangunan dua tingkat atau berlantai tiga, yang dinamakan ER-2. ER juga dapat dirancang untuk rumah atau bangunan tiga tingkat atau berlantai empat, yang dinamakan ER-3. Dan begitu juga selanjutnya. Bagi warga yang mendiami rumah atau bangunan berlantai tiga, dapat memilik memilih membeli tiga buah ER-1 dan diletakkan pada sejumlah tempat berlainan, selain membeli sebuah ER-2 terpsasang di satu tempat.
Gambar-II memperlihatkan Elevator Satu Tingkat (EST), atau Single Story Elevator (SSE), yang dinamakan ER-1, dan dbutuhkan oleh rumah atau bangunan satu tingkat atau dua lantai. Gambar-IIa memperlihatkan tampak depan ER-1, dimana garis putus-putus memperlihatkan ruang yang ditempatinya, yang dapat dinamakan: “Kubikel EST”, atau “SSE Cubicle”.
Gambar-IIb memperlihatkan tampak depan ERTK dan Gambar-IIc menunjukkan tampak depan ERTT, keduanya dirancang untuk dipakai dalam rumah atau bangunan satu tingkat. Pada bagian atas setiap gambar, diperlihatkan tampak atas masing-masing darinya. Mewujudkan ERTK dan ERTT sebagai “Kubikel ESL” (SSE cubicle) bertujuan memudahkan: pembuatan, pengujiannya (testing), pengiriman (transportation), pemasangan (installation) di tempat, dan pemakaian awal (commissioning) ER dalam rumah atau bangunan bertingkat disaksikan pembuatnya.

Gambar-II
Untuk rumah atau bangunan satu tingkat, atau dua lantai, dapat dibeli sebuah Kubikel EST “langsung pakai” (ready for use) yang terlihat pada Gambar-IIb, atau Kubikel EST Gambar-IIc. Kubikel EST dimasukkan kedalam rumah atau bangunan bertingkat pada lantai dasar, baik yang disorong dari luar maupun dalam rumah atau bangunan bertingkat, tergantung keadaan, kemu-dian dibautkan ke pondasi yang telah disiapkan. Setelah sambungan listrik dipasan, dan arus listrik PLN dialirkan, Kubikel EST lalu melayani penghuni rumah atau bangunan bertingkat, menaikkan psrs penghuni dari lantai dasar ke lantai tujuan, begitu juga sebaliknya. Dengan demi-kian Kubikel EST diserahkan pabrik pembuatnya dalam keadaan “siap pakai”, artinya langsung dapat digunakan para penghuni rumah atau bangunan bertingkat pemesan dengan “jaminan pur-na jual” (warranty period) selama satu tahun.
Dengan menggunakan ER, para penghuni rumah atau bangunan bertingkat tidak perlu lagi me-ngerahkan kekuatan otot kaki masing-masing bepergian antar lantai dalam banguan moderen (to-wn house) yang mereka didirikan, mulai dari pusat kota hingga daerah pinggirannya. ER juga memudahkan orang-orang tua, kaum wanita, dan anak-anak, tidak terkecuali kerabat penyandang cacat jasmani, karena berkeliaran antar lantai bebas kendala.
SNI.
Untuk membuat ERTK dan ERTT dalam rumah atau bangunan berlantai banyak tidak diragukan lagi perlunya keterlibatan Standard Nasional Indonesi (SNI). Dalam SNI tercantum keterkaitan beragam kepentingan, antara lain: keamanan, keselamatan, keandalan, ekonomi, efisiensi, sum-ber tenaga (energy), ketertiban; dan tidak terkecuali peraturan keselamatan, peraturan pemerin-tah, asuransi, dan sejumlah hal lainnya; juga berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan bagi pembuatannya. Elevator rumah atau binatu semuanya dapat dibuat didalam negeri mendatangkan hanya sedikit komponen import. Waktu menghadirkan sebuah Kubus EST (SSE Cubicle): ER-1, ER-2, ER-3 dan lainnya, untuk para penghuni rumah atau bangunan lantai tidak terlalu banyak diperkirakan berada sekitar 6 sampai 12 bulan.
Elevator Kendaraan
a. Kapal Laut
Elevator sejenis ER  yang dibutuhkan kapal laut, disebut: Elevator Kapal (EK), atau Ship Elevator (SE), dapat dibuat dengan teknologi yang sama. EK tidak hanya diperlukan dalam kapal laut sehingga para penumpang dapat mudah bepergian antar lantai, tetapi juga untuk memuat pe-numpang kedalam kapal laut dari dermaga yang terdapat di darat. Tangga yang digunakan selama ini benar-benar menyalahi: “hak asasi manusia” di laut. Sejauh ini belum lagi terdapat jaminan terhadap: “keamanan, kenyamanan, dan keselamatan” insan bepergian dengan kapal la-ut, tidak terkecuali ketika naik ke atas kapal maupun meninggalkannya dari dermaga di darat.
b. Pesawatterbang
Elevator sejenis ER untuk pesawatterbang juga dapat dikerjakan, dinamakan Elevator Pesawat (EP) atau Aircraft Elevator (AE). Dengan semakin besarnya ukuran pesawatterbang melayani penerbangan antar benua lagi lagi bertingkat kedepan, para penumpang memerlukan sarana be-pergian antar lantai, yang juga tidak lagi menyalahi hak asasi manusia di udara. 
Catatan
Elevator rumah telah dipatenkan di Kantor Paten Republik Indonesia Jakarta, tanggal 14 April 2004, dibawah judul “Penyeberangan Jalan-Raya”.

-----------selesai-----------

Penulis:
H.M.Rusli Harahap
Pamulang Residence G1
Jalan Pamulang-2, Pondok Benda.
Kode Pos: 15416. Tangerang Selatan.
Tel. 021-74631125.