ELEVATOR RUMAH
Pendahuluan
Harga
tanah berbagai kota besar Tanah-Air dan Mancanegara yang membubung terus meneluri
perjalanan waktu, tidak terkecuali kawasan penyangganya, memaksa para pendatang yang
menjadi warga baru memilih berdiam dalam rumah atau bangunan berlantai banyak oleh
kecilnya lahan yang sanngup dibeli. Banyak dari mereka yang telah memiliki sebidang
tanah di luar kota besar sudah mendirikan bangunan modern (town house) lantai: dua,
tiga, dan lainnya, dalam mengatasi terbatasnya lahan
yang berhasil dibeli.
Pada Gambar-I diperlihatkan sejumlah
bangunan lantai banyak yang telah didirikan warga di berbagai pinggiran berbagai kota
besar selama ini. Pada bagian atas, diperlihatkan tampak samping rumah atau bangunan berlantai banyak yang telah
dibangun, dimana tampak jelas berapa jumlah lantainya. Kemudian di bawahnya,
disajikan pula tampak atas rumah atau bangunan yang sama, sekaligus memperlihatkan
denah rumah atau bangunan lantai banyak yang telah berdiri.

Gambar-I
Yang
menjadi persoalan pokok berdiam dalam rumah atau bangunan berlantai banyak, ialah
ketika bepergian dari lantai rendah menuju lantai lebih tinggi, begitu juga
sebaliknya, orang terpaksa menaiki atau menuruni tangga dengan sebilangan anak yang
akan menguras tidak sedikit tenaga (energy). Selama ini, tangga merupakan satu-satunya
sarana untuk bepindah antar lantai dalam rumah atau bangunan tinggi berlantai
banyak yang diketahui orang. Tulisan ini bermaksud memperkenalkan sarana lain, yang tidak
lagi perlu menguras banyak tenaga para penghuni rumah, mulai: anak-anak, kaum
perempuan, orang dewasa, hingg orang tua, tidak terkecuali para kaum kerabat yang
cacat, dengan apa yang kemudian dikenal dengan nama dalam bahasa Indonesia: “bilik-naik-turun”, disingkat: “binatu” dijalankan mesin yang bertenaga listrik.
Binatu
yang berkerja sebagai sebuah “bilik” atau “ruang angkut” akan memindahkan para peng-huni
rumah atau bangunan tinggi yang lantai banyak, dari lantai dasar sampai
beberapa lantai lebih tinggi diatasnya, atau sebaliknya menurunkan mereka dari berbagai
lantai lebih tinggi kembali ke lantai dasar dengan cepat. Binatu memang dibuat khusus
untuk para penghuni rumah atau bangunan tinggi lantai tidak terlalu banyak
jumlahnya, berteknologi sederhana: 1. Bolt-Nut dengan Bevel Gear, atau 2. Rack-Pinion
dengan Bevel Gear dan Worm Gear, digerakkan motor induksi rem (brake induction
motor).
Dalam
bahasa Inggris dikenal orang luas istilah:“cabin elevator”, yakni sarana
bepergian antar lantai dalam rumah atau bangunan menjulang yang berlantai sangat
banyak, akan tetapi “binatu” diwujudkan sebagai sarana bepergian antar lantai rumah
atau bangunan yang tidak terlalu tinggi seperti: dua, tiga, dan sedikit lainnya,
sehingga untuk memperkenalkan istilah binatu
kedepan, perlu terlebih dahulu dimulai dengan memperkenalkan iatilah: Elevator
Rumah, disingkat: ER.
Ketika
menaiki anak-tangga dari rendah hingga yang lebih tinggi, orang harus mengerahkan
te-naga otot kaki untuk mendaki, namun saat menuruni anak-tangga tenaga otot kaki
yang dikerah-kan berkurang karena menurun, sehingga tidak sampai melelahkan. Karena
ER menggunakan tenaga listrik yang diperoleh dari PLN atau sumber tenaga listrik
lain, para penghuni rumah atau bangunan bertingkat yang mempunyai ER tidak lagi
perlu mengerahkan tenaga otot kaki masing-masing karena telah diambil alih tenaga
listrik. Itulah sebabnya mengapa ER sangat membantu: orang-orang tua, kaum
wanita, dan anak-anak, termasuk kerabat penyandang cacat jasmani yang sedang bepergian
antar lantai dalam rumah atau bangunan bertingkat.
Selain
dari itu, perlu diketahui juga, tangga bersama anak-anaknya menempati ruang yang lebih besar dalam sebuah rumah atau
bangunan bertingkat, karena perlu diletakkan terbaring dengan sudut kemiringan
tertentu, supaya orang dapat bergerak naik ke lantai yang lebih tinggi, atau se-baliknya
bergerak turun ke lantai yang lebih rendah. Akan tetapi ER harus diletakkan benar-benar
berdiri tegak dalam sebuah rumah atau bangunan bertingkat agar bekerja baik, dan
karena itulah ER menempati ruang lebih kecil dalam rumah atau bangunan bertingkat.
Elevator Rumah
Gambar-II
memperlihatkan ER yang dibuat dari konstruksi baja melibatkan: kanal-C, atau
kanal-H, pipa, plat, dan lain sebaginya, dilengkapi: sistim mekanik, sistim
listrik, kendali sistim elek-tronik hingga pantau, sehingga para penghuni rumah
atau bangunan bertingkat dapat memerin-tahkannya naik dari lantai dasar menuju
lantai lebih tinggi dikehendaki, atau sebaliknya turun dari sejumlah lantai lebih
tinggi ke lantai dasar, dengan hanya menekan Tombol Naik (TN) atau Tombol Turun
(TT) ditempatkan dekat pintu ER. Gambar-IIa memperlihatkan pintu ER terlihat
dari dalam rumah atau bangunan bertingkat dua lantai.
Dalam
pembuatannya, dibedakan dua macam ER, masing-masing: ER Topang
Keliling, dising-kat ERTK (Peripherally Braced Home Elevator, PBHE) sebagaimana
yang terlihat pada Gambar-IIa, dan ER Topang Tengah, disingkat ERTT (Centrally
Braced Home Elevator, CBHE).
ERTK adalah sebuah konstruksi baja wujud sangkar bangun
persegi atau bundar, didalam mana sebuah bilik atau kabin dapat bergerak naik
atau turun menolong penghuni rumah atau ba-ngunan bertingkat bepindah dari lantai
yang satu menuju lainnya digerakkan tenaga listrik, sebagaimana terlihat
pada Gambar-IIb. Adapun ERTT adalah sebuah tiang penyangga tengah terbuat dari dari
beton bertulang atau baja, di luar mana sebuah bilik atau kabin terbuat dari konstruksi
baja wujud sangkar bangun persegi atau bundar dapat bergerak naik atau turun me-nolong
penghuni rumah atau bangunan bertingkat berpindah antar lantai yang dijalankan tenaga
listrik sebagaimana terlihat pada
Gambar-IIc.
Berbeda dengan lift dalam gedung atau bangunan
tinggi, ERTK dan ERTT tidak memerlukan samasekali kabel baja yang menggantung
bilik berikut perlengkapannya, akan tetapi memerlukan pelataran atau platform untuk lantai dengan
empat Alat Angkat (AA) atau Lifting Device (LD) berteknologi
sederhana: 1. Bolt-Nuts dengan Bevel Gears, atau 2. Rack-Pinions dengan Bevel Gears
dan Worm Gears; digerakkan motor induksi rem, sebagaimana yang terlihat pada
Gambar-IIb.
Keempat AA (LD) yang ada pada pelataran akan bersama-sama
menaikkan bikik atau kabin ERTK atau ERTT serentak bersama penghuni rumah atau
bangunan bertingkat didalamnya kea-tas, atau sebaliknya bersama-sama menurunkan
semuanya kebawah serentak, dilakukan sistim mekanik yang terdapat dalam ruang
atau kompartmen penggerrak berada dibawah lantai bilik a-tau kabin. Dan bilik
atau kabin ERTK atau ERTT tidak dapat turun sendiri atau merosot oleh berat
sendiri berikut penghuni rumah atau bangunan bertingkat dalamnya, kecuali dijalankan
motor induksi rem. Dengan perkataan lain, bilik atau kabin ERTK atau ERTT berikut
penumpang didalamnya tidak dapat bergerak naik atau turun, manakala tidak menerima
perintah untuk melakukannya.
Tenaga listrik didatangkan dari PLN atau sumber tenaga listrik
lain lewat kabel daya menuju panel ER, dan pengantar lemas (flexsible wire)
menuju bilik ER. Pilihan lain, ialah mengguna-kan tiga rel tembaga tersekat
yang dipungut tiga sikat karbon. Manakala PLN gagal menyalurkan tenaga listrik,
sebuah sumber tenaga listrik darurat (emergency power supply) perlu disediakan
di dalam bilik ER.
Tenaga listrik diperlukan untuk menggerakkan motor induksi
rem yang terdapat dalam ruang atau kompartemen penggerak di bawah lantai bilik
atau kabin, sistim kendali elektronik, dan pe-nerangan diperlukan.
Dengan peladangan cahaya matahari yang kian banyak dikembangkan
orang kedepan, begitu juga peladangan tenaga angin, kedua sumber tenaga listrik
akhir ini dapat digunakan pada sejumlah daerah
terpencil yang belum lagi terjangkau PLN.
Sebuah Pengatur Logika Terprogram (PLT) atau Programmable
Logic Controller (PLC) diper-lukan dalam
ER sebagai antarmuka (interface) antara para penghuni rumah atau bangunan ber-tingkat
dengan sistim elektromekanik (electromechanical system) yang menjalankan ER
sehing-ga yang akhir ini mengerti perintah yang diberikan, tidak terkecuali sejumlah
pemutus batas (li-mit switches), saluran kendali (control wirings), dan berbagai
tombol (push buttons) yang diper-lukan.
Selain dari itu perlu ditentukan pula standardisasi panjang
poros (shaft length) ERTK dan ERTT dalam bangunan tinggi, seperti: satu
tingkat, dua tingkat, dan lainnya yang digunakan dalam rumah atau bangunan
bertingkat, termasuk Daya Angkut Penumpang (DAP), atau Passenger Carrying
Capacity (PCC), dari bilik atau kabin ER, misalnya: 2, 4, 6, 8 orang, dan
lainnya.
Antuk menaikkan seorang penghuni rumah atau bangunan
bertingkat, dimulai dengan menurun-kan ER (ketika sedang berada diatas) sedemikian
rupa sehingga lantainya rata dengan lantai dasar. Dengan menekan Tombol Buka
(TB) dari luar, pintu ER akan terbuka dan penghuni dapat masuk. Lalu Tombol
Tutup (TT) ditekan dari dalam ER, menyebabkannya bergerak naik. ER akan berhenti setelah menyentuh tombol batas
atas. OB kemudian ditekan dari dalam, dan peng-huni rumah atau bangunan
bertingkat keluar ke lantai tujuan. Selesai.
Untuk menurunkan penghuni rumah atau bangunan bertingkat,
dimulai dengan menaikkan ER ( ketika sedang berada dibawah) sedemikian rupaa sehingga
lantainya rata dengan lantai dimana penghuni berada. Dengan menekan TB dari
luar, pintu ER akan terbuka dan penghuni dapat masuk. Kemudian TT ditekan dari
dalam ER, menyebabkannya bergerak turun. ER akan berhenti setelah menyentuh
tombol batas bawah. OB kemudian ditekan dari dalam, dan penghuni lalu keluar ke
lantai dasar. Selesai.
Perlu dicatat, ER dirancang untuk rumah atau bangunan satu tingkat
atau berlantai dua “berporos tunggal” (singgle shaft), yang dinamakan dengan ER-1.
ER juga dapat dirancang berporos tunggal untuk rumah atau bangunan dua tingkat
atau berlantai tiga, yang dinamakan ER-2. ER juga dapat dirancang untuk rumah
atau bangunan tiga tingkat atau berlantai empat, yang dinamakan ER-3. Dan begitu
juga selanjutnya. Bagi warga yang mendiami rumah atau bangunan berlantai tiga,
dapat memilik memilih membeli tiga buah ER-1 dan diletakkan pada sejumlah tempat
berlainan, selain membeli sebuah ER-2 terpsasang di satu tempat.
Gambar-II memperlihatkan Elevator Satu Tingkat (EST), atau Single
Story Elevator (SSE), yang dinamakan ER-1, dan dbutuhkan oleh rumah atau
bangunan satu tingkat atau dua lantai. Gambar-IIa memperlihatkan tampak depan ER-1,
dimana garis putus-putus memperlihatkan ruang yang ditempatinya, yang dapat dinamakan:
“Kubikel EST”, atau “SSE Cubicle”.
Gambar-IIb memperlihatkan tampak depan ERTK dan Gambar-IIc menunjukkan
tampak depan ERTT, keduanya dirancang untuk dipakai dalam rumah atau bangunan
satu tingkat. Pada bagian atas setiap gambar, diperlihatkan tampak atas masing-masing
darinya. Mewujudkan ERTK dan ERTT sebagai “Kubikel ESL” (SSE cubicle) bertujuan
memudahkan: pembuatan, pengujiannya (testing), pengiriman (transportation),
pemasangan (installation) di tempat, dan pemakaian awal (commissioning) ER
dalam rumah atau bangunan bertingkat disaksikan pembuatnya.
Gambar-II
Untuk rumah atau bangunan satu tingkat, atau dua lantai, dapat
dibeli sebuah Kubikel EST “langsung pakai” (ready for use) yang terlihat pada Gambar-IIb,
atau Kubikel EST Gambar-IIc. Kubikel EST dimasukkan kedalam rumah atau bangunan
bertingkat pada lantai dasar, baik yang disorong dari luar maupun dalam rumah
atau bangunan bertingkat, tergantung keadaan, kemu-dian dibautkan ke pondasi
yang telah disiapkan. Setelah sambungan listrik dipasan, dan arus listrik PLN dialirkan,
Kubikel EST lalu melayani penghuni rumah atau bangunan bertingkat, menaikkan psrs
penghuni dari lantai dasar ke lantai tujuan, begitu juga sebaliknya. Dengan
demi-kian Kubikel EST diserahkan pabrik pembuatnya dalam keadaan “siap pakai”, artinya
langsung dapat digunakan para penghuni rumah atau bangunan bertingkat pemesan
dengan “jaminan pur-na jual” (warranty period) selama satu tahun.
Dengan menggunakan ER, para penghuni rumah atau bangunan
bertingkat tidak perlu lagi me-ngerahkan kekuatan otot kaki masing-masing
bepergian antar lantai dalam banguan moderen (to-wn house) yang mereka didirikan,
mulai dari pusat kota hingga daerah pinggirannya. ER juga memudahkan
orang-orang tua, kaum wanita, dan anak-anak, tidak terkecuali kerabat penyandang
cacat jasmani, karena berkeliaran antar lantai bebas kendala.
SNI.
Untuk membuat ERTK dan ERTT dalam rumah atau bangunan berlantai
banyak tidak diragukan lagi perlunya keterlibatan Standard Nasional Indonesi
(SNI). Dalam SNI tercantum keterkaitan beragam kepentingan, antara lain:
keamanan, keselamatan, keandalan, ekonomi, efisiensi, sum-ber tenaga (energy),
ketertiban; dan tidak terkecuali peraturan keselamatan, peraturan pemerin-tah,
asuransi, dan sejumlah hal lainnya; juga berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan
teknologi yang diperlukan bagi pembuatannya. Elevator rumah atau binatu semuanya
dapat dibuat didalam negeri mendatangkan hanya sedikit komponen import. Waktu
menghadirkan sebuah Kubus EST (SSE Cubicle): ER-1, ER-2, ER-3 dan lainnya, untuk
para penghuni rumah atau bangunan lantai tidak terlalu banyak diperkirakan berada
sekitar 6 sampai 12 bulan.
Elevator Kendaraan
a. Kapal Laut
Elevator sejenis ER
yang dibutuhkan kapal laut, disebut: Elevator Kapal (EK), atau Ship
Elevator (SE), dapat dibuat dengan teknologi yang sama. EK tidak hanya diperlukan
dalam kapal laut sehingga para penumpang dapat mudah bepergian antar lantai,
tetapi juga untuk memuat pe-numpang kedalam kapal laut dari dermaga yang
terdapat di darat. Tangga yang digunakan selama ini benar-benar menyalahi: “hak
asasi manusia” di laut. Sejauh ini belum lagi terdapat jaminan terhadap: “keamanan,
kenyamanan, dan keselamatan” insan bepergian dengan kapal la-ut, tidak
terkecuali ketika naik ke atas kapal maupun meninggalkannya dari dermaga di
darat.
b. Pesawatterbang
Elevator sejenis ER untuk pesawatterbang juga dapat dikerjakan,
dinamakan Elevator Pesawat (EP) atau Aircraft Elevator (AE). Dengan semakin besarnya
ukuran pesawatterbang melayani penerbangan antar benua lagi lagi bertingkat
kedepan, para penumpang memerlukan sarana be-pergian antar lantai, yang juga
tidak lagi menyalahi hak asasi manusia di udara.
Catatan
Elevator rumah
telah dipatenkan di Kantor Paten Republik Indonesia Jakarta, tanggal 14 April
2004, dibawah judul “Penyeberangan Jalan-Raya”.
-----------selesai-----------
Penulis:
H.M.Rusli
Harahap
Pamulang
Residence G1
Jalan
Pamulang-2, Pondok Benda.
Kode
Pos: 15416. Tangerang Selatan.
Tel.
021-74631125.
